What's New

22 June 2017 | Useful articles

Mulai Lari dengan 3 Hal Berikut Ini


Salah satu olahraga yang berkembang dengan sangat pesat beberapa tahun belakangan ini adalah berlari. Perkembangannya juga diiringi dengan tumbuhnya banyak komunitas lari yang menyatukan para penggiat olahraga lari dari berbagai latar belakang. Hampir setiap minggu acara lari diselenggarakan, menggoda setiap orang yang tertarik untuk mencobanya. Lari juga dianggap sebagai olahraga yang relatif mudah dilakukan, karena tidak memerlukan alat atau tempat khusus.

Walaupun lari dapat dilakukan kapan dan di mana saja, namun bagi seorang pemula, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menekuni olahraga ini dengan serius. HelpFit mengidentifikasi tiga hal yang penting diperhatikan sebelum menjadikan olahraga lari sebagai rutinitas.

1. Mulai dengan perlahan
Jangan terburu-buru dengan meletakkan target yang berlebihan. Rutinitas harus dibangun sedikit demi sedikit. Latihan dapat dimulai dengan intensitas ringan 3-4 jam per minggu, misalnya 30 menit per hari. Perlahan-lahan intensitas dan durasi ini dapat ditingkatkan sesuai dengan kenyamanan Anda. Peningkatan durasi idealnya tidak melebihi 10 persen setiap minggunya.

2. Periksa kondisi medis
Karena latihan lari yang bersifat rutin dan berjangka panjang, awali kebiasaan baru ini dengan mengetahui kondisi fisik Anda dengan memeriksakannya ke dokter, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan lain. Tidak hanya hal mendasar seperti kesehatan jantung dan tekanan darah yang harus diperiksakan. Seperti yang ditulis oleh Runner’s World, pelari juga harus mengetahui hal-hal seperti kondisi elektrolit tubuh dan gula darah.

3. Temukan program latihan yang sesuai
Pelari pemula perlu memahami bahwa untuk dapat berlari dengan baik, pelari harus melengkapi latihan kardio dengan latihan lain seperti latihan kekuatan. Pastikan Anda menemukan latihan kekuatan yang dapat mendukung performa otot saat berlari. Lihat juga beberapa latihan untuk menurunkan berat badan, terutama jika hasil pemeriksaan kondisi medis menyarankan hal tersebut.

Setelah memperhatikan ketiga hal tersebut, jangan takut untuk memulai. Ingat, semua penamat marathon pernah juga menjadi pemula.



Artikel oleh Ahmad Zakky Habibie

Bagikan berita ini di media sosial :

Back